Apa jadinya jika sebuah rumah atau bangunan tidak menggunakan kaca? Selain berfungsi sebagai pelengkap, kaca kini menjadi salah satu material penting yang menunjang desain, keamanan, dan kenyamanan sebuah bangunan.
Saat ini, penggunaan kaca tidak lagi terbatas pada jendela atau pintu. Banyak arsitek dan desainer interior memilih kaca untuk menciptakan ruangan yang lebih terang, luas, dan modern. Selain itu, kaca juga membantu memaksimalkan cahaya alami sehingga penggunaan lampu pada siang hari menjadi lebih hemat energi.
Setiap jenis kaca memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, memilih jenis kaca yang tepat akan memberikan hasil yang lebih maksimal sesuai kebutuhan bangunan Anda.
Berikut beberapa jenis kaca yang paling banyak digunakan untuk rumah maupun bangunan komersial.
1. Kaca Tempered
Kaca tempered adalah salah satu kaca yang termasuk aman dalam penggunaan ruangan, biasanya digunakan pada interior yang sering di lewati oleh orang. Kaca tempered memiliki kekuatan yang cukup tinggi yang bisa 3 s/d 5 kali lebih kuat tahan banting dari kaca biasa. Jika kaca tempered sampai pecah maka pecahan kaca tempered akan berbentuk seperti butiran jagung yang tidak tajam, sehingga bisa memberikan keamanan untuk orang-orang disekitar. Kenapa kaca tempered bisa tahan banting? Karena kaca tempered telah proses pemanasan dengan alat tertentu, yang dipanaskan hingga mencapai ± 700 °C agar kualitas kaca terjaga dengan baik. Kaca tempered tahan terhadap tekanan air, perubahan temperatur yang tinggi dan beban angin, kaca tempered cocok digunakan untuk pintu, railing tangga dan showerbox.

2. Kaca Laminated
Kaca laminated salah satu kaca yang paling sempurna dengan keunggulan yang dimiliki, kaca ini biasa sering digunakan untuk keamanan rumah ataupun bangunan seperti box toko perhiasan, kanopi, anak tangga dan lain sebagainya. Kaca laminated kuat karena memiliki lapisan lembaran film, seperti PVB, EVA dan atau SGP. Penempatan pemilihan film tergantung dari kebutuhan kaca. lapisan film berfungsi sebagai penahan kaca agar ketika terbentur dan masih bisa digunakan, kaca akan tetap menempel dan sulit untuk ditembus. Lapisan film juga membantu mengurangi panas matahari yang masuk dari luar ke dalam ruangan. Kaca laminated banyak digunakan untuk kanopi, anak tangga, balkon, skylight dan lain sebagainya.

3. Kaca Bening
Kaca bening biasa disebut kaca polos karena tidak berwarna. Kaca ini tidak dianjurkan untuk eksterior bangunan tinggi karena tidak mampu-nya menahan panas dari sinar matahari yang baik, ketebalan kaca bening terdiri dari 5 s/d 8 mm. biasa nya kaca ini digunakan untuk akuarium, hiasan dinding, lemari baju dan lain sebagainya. kaca bening disarankan jika semakin besar perabot yang dibuat maka lebih baik semakin besar ketebalan kaca yang akan digunakan.

4. Kaca Es
Kaca es kaca yang terlihat buram seperti es tekstur bagian luarnya sedikit kasar dan halus untuk tekstur tampilan dalam. Kaca ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan interior sebagai partisi, seperti pintu kamar mandi, shower box, pintu kabinet dan lain sebagainya. Karakteristik buram dan tebal menjadi keungulan kaca es untuk melindungi rumah dari cahaya sinar matahari, memberikan efek didalam rumah tidak terhalu silau dan pasti lebih terasa hangat. Dengan menggunakan kaca es ruangan akan lebih terlihat luas dibandingkan dengan menggunkan partisi dari dinding yang solid.

5. Kaca Cermin
Kaca cermin dibuat terlihat transparan di satu sisi. Kaca ini digunakan untuk dekorasi rumah yang memberikan kesan mewah yang minimalis dan cocok digunakan diruangan yang membutuhkan privasi yang lebih tinggi.

6. Kaca Patri
Kaca Patri merupakan kaca yang terbentuk dari potongan kaca warna – warni yang dirakit menjadi satu kesatuan dengan menggunakan kuningan atau timah sebagai perekat. Proses penggabungan bongkahan kaca ini dinamakan patrian, karena dari itu jenis kaca ini disebut patri.
Kaca patri biasanya digunakan sebagai bangunan hias yang religius seperti mesjid, gereja dan tidak tutup kemungkinan digunakan di tempat bersejarah. Kaca patri termasuk kaca yang unik dengan corak dan pemilihan warna dan pola pada gambar sesuai dengan kebutuhan. Kaca ini disarankan untuk digunakan sebagai alas pijak seperti lantai, anak tangga, dan permukaan furniture sebagai penopang benda berat.

7. Kaca Sunergy
Kaca sunergy diproses dengan vacum sputtering, kaca ini dilapisi bersama material yang menghasilkan produk kaca jernih dan transparan yang mampu menyerap panas matahari membantu mengurangi beban pendingin ruangan. Warna yang bening memberikan kesan terang yang didapat dari cahaya matahari masuk keruangan sehingga listrik yang digunakan akan lebih hemat daya. Kaca sunergy memiliki beberapa warna mulai dari clear, green dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa terus pantau informasi penting seputar desain interior dan eksterior hanya di Elite Art Glass. Dan temukan kebutuhan kamu hanya di Elite Art Glass

